candi gunung sari tugu wisata

Candi Gunung Sari Ini Benarkah Sesepuh Candi Tanah Jawa Di Atas Perbukitan?

www.tuguwisata.com – Ada berapa banyak ya situs seperti adanya candi dan berbagai situs bersejarah lain yanga da di tanah Jawa ini? rasanya jawabannya ratusan. Pasalnya kembali menilik sejarah perabadan masa kerajaan Mataram Kuno, candi-candi menjadi tempat peribadatan agama Hindu dan Buddha. Salah satu diantaranya adalah Candi Gunung Sari.

Candi Gunung Sari berada di puncak sebuah bukit di Desa Ngasem. Kelurahan Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi Gunungsari adalah candi Hindu Siwa. Berada di puncak bukit Sari atau Gunung Sari menjadi keunikan tersendiri untuk candi ini. Lokasinya berdekatan dengan Candi Gunung Wukir yang mana di candi tersebut terdapat Prasasti Canggal. Meski belum begitu banyak informasi mengenai candi Gunung Sari namun menurut perkiraan usia candi Gunung Sari ini lebih tua daripada Candi Gunung Wukir.

candi gunung sari tugu wisata

Instagram: @laraslaxmana

Awal mulanya, konon Pulau Jawa adalah pusat kebudayaan dan peradaban yang paling berkembang di Indonesia. Bukti-bukti otentiknya dari penemuan peninggalan bersejarah termasuk candi yang ada di dataran Jawa ini.

Candi ini memang tidak begitu terkenal seperti candi Borobudur dan juga candi Prambanan, oleh karena itu pengunjungnyapun jarang. Tapi bagi para pecinta traveling sejati, yang masih sepi pengunjung inilah yang bakal dicari.

Candi Gunungsari adalah candi peninggalan abad ke 6 sampai abad ke-8. Secara otomatis diduga candi ini berusia lebih jauh daripada candi Borobudur atau juga candi Prambanan. Oleh karena itu akan sangat disayangkan jika bertandang ke Magelang tidak menengok sesepuh candi dari berbagai candi yang tersebar ini yakni Candi Gunungsari. Menurut cerita awal mula ditemuaknnya adalah bagian ketidaksengajaan penduduk pada tahun 1996 dan tahu 1980.

Keasrian sekitar candi ini membuat daya tarik tersendiri. Sesampainya di candi Gunungsari kalian akan melihat pemandangan dari atas ketinggian. Batu-batu di candi Gunungsari ini merupakan hasil dari dari temuan di berbagai lokasi selain yang ada di puncak bukit. Ada pula batu yang ditemukan di jalan menuju ke puncak. Dari strukturnya di duga kuat gerbang utama candi masih terpedndam tanah.

Batuan candi Gunung Sari juga nampak unik. Ada dalam bentu silinder dengan ujung setengah lingkaran yang mana bagian dalamnya berongga dan juga memiliki lubang.

Menurut cerita yang ada lubang tersebut untuk menyimpan abu jenazah. Di candi ini juga terdapat sebuah yoni berukuran bsar tanpa lingga yang berada di tengah kompleks candi Gunungsari Magelang.

Wah candi tua ini akan menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik apabila bisa dijadikan kunjungan wisata sejarah sendiri agar tidak terbengkalai. Sebagai warga negara yang baik bisa dong berkunjung ke situs ini agar tetap lestari dan menjadi sebuah wawasan yang berkembang. Have a nice holiday! Tidak ada salahnya jika bertandang ke Candi yang berada di atas bukit ini gaes.

Anda tertarik tour di Jogja dan sekitarnya namun tidak ingin ribet? Kami menyediakan paket wisata Jogja / paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja / sewa mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Selamat berlibur. 🙂

candi umbul tugu wisata

Ini Dia Candi Umbul Lokasi Pemandian Air Panas Putera dan Puteri Kerajaan Kala Itu

www.tuguwisata.com – Ketika membicarakan candi yang ada di dataran bekas kerajaan Mataram Kuno pastilah ada bayanga tentang candi yang begitu menarik yang memiliki tinggi dan relief yang bercerita. Namun berbeda dengan Candi Umbul Magelang. Candi Umbul Magelang adalah candi dari situs purbakala pemandian air panas yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dibangun sejak zaman dahulu yakni zaman Wangsa Dinasti Syailendra dan hingga kini masih terus dijaga dan bahkan merupakan salah satu tempat wisata favorit keluarga.

Menemukan Candi Umbul ini kalian harus menempuh perjalanan menuju ke Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Magelang. Dari arah Yogyakarta kamu bisa menempuh jalan ke pertigaan Desa Krincing menuju Grabag dan selanjutnya ikuti papan petunjuk menuju ke kawasan wisata Candi Umbul Magelang.

candi umbul tugu wisata

Instagram: @adninasbi

Asal Usul Candi Umbul

Awal mula penamaan candi Umbul adalah dari kata “umbul” sendiri yang merupakan sumber mata air yang keluar dari dasar kolam menyembul layaknya gelembung atau juga masyarakat biasa menyebut dengan “mumbul”.

Pemandian ini terbagi menjadi dua lokasi. Pertama adalah bagian atas. Di bagian atas ini adalah kolam air panas yang memiliki kandungan sulfur, sedang di bagian kedua adlaah air dingin. Keseluruhan kola mini dikelilingi dengan batu andesit. Siapa sangka, kolam pemandian ini adalah tempat mandi para putra dan putri bangsawan. Mirip dengan Taman Sari Water Castle yang ada di Yogyakarta bedanya Candi Umbul ini berada di tengah alam yang masih dijaga.

Adapun keunikan dari kolam yang ada adalah sejumlah bebatuan situs yang berjejer rapi di tepi kolam. Adapula berbagai relief binatang dan tumbuhan, ada pula stupa di bagian puncak candi. Keberadaan pondasi yang ada di sudut dasar kolam berperan sebagai tiang penyangga ataupun tiang pelindung. Bebatuan lain ada yang berbentuk lingga datang adalah alas duduk yang memiliki fungsi bersemedi para ksatria. Juga dilihat dari relief dan beberapa petilasan berbentuk lingga dan yoni yang ada di candi Umbul ini membuktikan bahwa candi ini merupakan candi Hindu.

Apabila menilik kembali sejarah perkembangan Kerajaan Mataram Kuno, kemugkinan candi ini dibangun masa Dinasti Sanjaya yang menganut agama Hindu. Yang bisa kamu temukan di kolam ini adalah ada banyak batu umpak dengan bentuk lingga di permukaannya.

Meski kola mini menggandung sulfur namun tidak ada bau sulfur sama sekali lho

candi umbul tugu wisata

Instagram: @wisatajateng

Bagian terunik dari pemandian ini yang tentu berbeda dari pemandian air panas lain pada umumnya. Kandungan belerang yang ada di kawasan candi Umbul ini terbukti bisa menyembuhkan penyakit kulit karena suhu airnya menjadi terapi tulang dan memberikan pelancaran peredaran darah.

Mandi air panas di candi Umbul ini cukup banyak diminati wisatawan juga penduduk setempat. Adanya kehangatan alami dari air panas dan juga sebagai terapi yang menenangkan hanya cukup membayar tiket masuk Candi Umbul Rp. 3.500 per orang bagi dewasa dan 2.500 bagi anak-anak, meskipun sewaktu-waktu dapat berubah. Harga sangat murah dibandingkan ke kolam renang biasa yang ada di perkotaan.

Sebuah destinasi menarik seperti ini sudah kamu coba? Asyik sekali lho! Dari Candi Umbul kamu juga bisa mengunjungi candi lain yang ada di Magelang. Sekali mendayung duua tiga pulau terlampaui kan? Kapan lagi wisata asyik lagi murah begini kan? Ayo wisata tidak melulu ke Plaza atau Ngadem di AC saja lho. Sejukan matamu dan badan serta pikiran di Candi Umbul Magelang gaes!

Anda tertarik tour di Jogja dan sekitarnya namun tidak ingin ribet? Kami menyediakan paket wisata Jogja / paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja / sewa mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Selamat berlibur. 🙂

candi pendem tugu wisata

Candi Pendem: Satu Dari Trilogi Candi di Muntilan Dengan Pemandangannya

www.tuguwisata.com – Sejarah mengenai situs percandian selalu menarik untuk dibahas. Bekas dataran kerajaan Mataram Kuno ini rupanya meninggalkan banyak sekali situs bersejarah khususnya tempat beribadah seprti candi. Tak hanya di Yogyakarta, kabupaten Magelang Jawa Tengah pun memiliki candi-candi yang menarik untuk dikenal lebih dalam. Adalah Candi Pendem misalnya.

Candi Pendem Muntilan Magelang pada awalnya ditemukan oleh petani yang mencangkul lahan, kemudian digali oleh seorang Belanda bernama de Plink. Penggaliannya tidak ia lakukan seorang diri namun juga bersama dengan masyarakat. candi ini berada di Dusun Sengi, Kabupaten Magelang, Kecamatan Dukun, Jawa Tengah. Candi Pendem ini merupakan candi Hindu yang berlokasi tidak jauh dari candi Triloginya yakni Candi Lumbung dan Candi Asu. Ketiga candi tersebut juga dikenal dengan sebuatan candi-candi Sengi.

candi pendem tugu wisata

Instagram: @indrawati2309_

Candi Pendem dibangun sekitar abad ke 9 pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno oleh seorang Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala.

Nama setiap candi yang diberikan memiliki makna. Disebut Candi Pendem karena candi ini berada di tanah yang rendah alias awalnya terpendam. Lokasinya sekitar 150 meter sebelah timbur dari candi Asu dan juga 50 meter selatan Sungai Pabelan. Bangunan candi menghadap ke  arah barat. Denah candi Pendem ini berbentuk bujur sangkar dengan panjang 11,9 meter dan juga lebar 11,9 meter.

Bangunan Candi Pendem yang tersisa ialah kaki dan juga sebagian tubuh candi bagian bawah. Yang dapat Anda temukan dari candi ini adalah hiasa dengan motif sulur gelung yang keluar dari jambangan. Di bagian tengah ikal sulur adalah burung bangau yang membuka sayap. Panil terseut diapit oleh pilaster yang bersebelahan dengan relief Ghana.

Candi Pendem ini memiliki ukuran lebih besar daripada candi Asu. Akan tetapi tidak ada arca, yoni, maupun prasasti yang bisa ditemukan. Menurut perkiraan, candi ini didirikan bebarengan dengan Candi Asu dan Candi Lumbung yang mana letaknya tidak begitu jauh dari Candi Pendem.

candi pendem tugu wisata

Instagram: @

Ada alam yang siap menyapa

Meski candi berada di kompleks pertanian warga, namun candi ini cukup diminati pengunjung. Karena selain mengamati situs ini pengunjung juga menikmati kesegaran alam yang ada di sekeliling candi. Nuansa hijau memang terpukau dan memanjakan mata.

Dan juga walaupun candi ini berada di lokasi yang cukup sulit dari jangakauan kendaraan namun candi Pendem ini cukup banyak diminati wisatawan domestic maupun mancanegara yang ingin berwisata sejarah. Semua perjuangan penjejakan langkah akan terbayar ketika sudah menamapakan kaki ke kompleks candi. Selain candi ini Anda juga bisa menilik candi Asu dan Candi Lumbung yang ada tidak jauh dari Candi Pendem. Selamat berlibur.

Anda tertarik tour di Jogja dan sekitarnya namun tidak ingin ribet? Kami menyediakan paket wisata Jogja / paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja / sewa mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Selamat berlibur. 🙂

situs mantup tugu wisata

Situs Mantup Ini Menjadi Spot Pernikahan!

www.tuguwisata.com – Banyaknya situs bersejarah yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya tidak lain adalah sejarah dari kerajaan besar di Jawa yaitu Mataram. Sebelum letupan gunung Merapi secara dahsyat menrjang kawasan Jogja dan sekitarnya, kerajaan ini telah dikenal warganya menganut ajaran agama Hindu dan Buddha. Oleh karena itu, keberadaan candi dan situs bersejarah seperti berserakan di setiap sudutnya. salah satunya yaitu situs Mantup.

Situs Mantup Yogyakarta merupakan salah satu situs yang ikut menjadi kelengkapan situs bersejarah yang ada di Yogyakarta. Situs ini berada di kabupaten Bantul. Dahulu, situs ini berfungsi sebagai tempat untuk melangsungkan upacara pernikahan. Hal ini terlihat dari adanya arca Kalyanasundaramurti yang emnggambarkan sepasang lelaki dan perempuan dalam posisi berdampingan dan bergandengan tangan. Gambaran ini merupakan bentuk dari kisah perkawisan Syiwa dan Parwati.

situs mantup tugu wisata

Instagram: @rizki_yuli_w

Situs Mantup Tidak Sengaja Ditemukan

Situs ini ditemukan oleh penduduk pada Juli 1991 yang sedang melakukan penurunan tanah untuk pengairan tahun 1991. Namun belum juga diketahui kapan dibangun, namun menurut perkiran dibangun pada abad ke 9.

Situs Mantup atau candi Mantup terdiri dari tiga buah candi yang berjajar dari utara hingga selatan dan menghadap ke arah barat. Candi pertama berada di paling utara dengan ukuran 1,5 x 1,2 meter dengan tinggi 70 cm yang terbuat dari batu bata. Di dalamnya adalah sebuah lubang dengan bentuk persi dengan ukuran 25 cm x 25 cm.

Candi kedua memiliki ukuran 1,3 cm x 1,3 cm dengan tinggi 50 cm dan terbuat dari batu putih. Candi ketiganya berada paling selatan dengan ukuran 1,8 cm x 1,8 cm dan juga terbuat dari abut putih. Di tengah candi ketiga ini ada sebuah lubang dengan ukuran 80 x 80 cm.

Adanya arca Kalyanasundaramurti dan sumur yang ada pada candi menandakan candi lebih bersifat ke agama Hindu khususnya untuk pemujaan Dewa Siwa. Sayangnya tubuh dan atap candi tidak diketahui bagaimana bentuknya.

situs mantup tugu wisata

Instagram: @goten444

Lokasi dan Akses

Lokasi Situs Mantup terletak di dusun Mantup, Desa Baturetno, Kecamtan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Lebih tepatnya ada di Jlaan Jogja-Wonosari km 7. Untuk menempuh ke situs ini pengunjung harus melewati pematang sawah dan juga bisa bertanya kepada penduduk setempat.

Sebuah lokasi yang bisa dijadikan alternative wisata sejarah ketika menapaki diri ke kota Yogyakarta. Jadi tidak hanya kenal candi Prambanan, Istana Ratu Boko atau juga Candi Plaosan saja ya gaes. Kamu bisa juga singgah dengan berwisata sejarah ke lokasi ini. Semoga semakin bertambah wawasan. Salam.

Anda tertarik tour di Jogja dan sekitarnya namun tidak ingin ribet? Kami menyediakan paket wisata Jogja / paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja / sewa mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Selamat berlibur. 🙂

candi losari tugu wisata

Kamu Harus Tahu Candi Losari Ini Tetap Utuh Meski Pernah Tertimbun Lahar Dingin

www.tuguwisata.com – Kerajaan Mataram saat pemerintahan Rakai Sumba berakhir secara tiba-tiba. Berakhirnya kerajaan tersebut akibat adanya letusan Gunung Merapi yang terhebat sepanjang sejarah. Akibat dari letusan gunung Merapi tersebut, daerah di sekitar terkena lahar dingin. Oleh karena itu, permukaan tanah semakin tinggi mengubur situs-situ bersejarah di sekitarnya termasuk situs Candi Losari.

Candi ini diperkirakan berasal dari abad ke 9-10 Masehi. Ukurannya 2 x 2 meter persegi untuk bilik candi. Total dari keseluruhan candi di lokasi ini ada 4 candi dengan satu candi induk dan tiga candi perwara.

Candi Losari ini berhasil di ekskavasi pada 8 Januari-1 Februari 2007 dari kerjasama Balai Arkeologi Yogyakarta, Jurusan Arkeologi FIB UGM, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jateng, dan Balai Pengembangan Penyelidikan eknologi Kegunungapian.

candi losari tugu wisata

Instagram: @ahmadrofi167

Lokasi Candi Losari

Lokasi Candi Losari ini berada di Dusun Losari, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Struktur candi pada saat ditemukan masih relative utuh pada bagian tubuh hingga puncak candi. Candi ini ditemuan di kedalaman 5 meter di bawah permukaan tanah.

Penyebutan nama Situs Candi Losari telah melalui kesepakatan pada arkeolog dan para ahli percandian. Dalam penggalian ditemukan candi Perwara oleh tim Balai Arkeologi Yogyakarta yang dipimpin oleh Baskoro Daru Tjahjono dari tanggal 8 hingga 31 Januari 2007.

Setiap candi itu unik. Seperti juga candi Losari. Di candi ini terdapat Relief Mahakala yang merupakan slah satu tokoh dalam mitologi India. Jika di Jawa, tokoh ini dipahat di sebelah pintu masuk candi yang bersifat Siwaistik yang dipercaya memberikan emansipasi atau pancaran Siwa dan juga dianggap sebagai penjaga pintu.

candi losari tugu wisata

Instagram: @nenisafitri_

Di sepanjang dindingnya ada hiasan ukiran bermotif, tumbuh-tumbuhan indah, dan juga bentuk sulur-suluran yang ukirannya relative utuh. Ukiran tersebut rupanya terlihat dengan jelas dengan pola goresan berseni tinggi.

Tiga candi perwara dengan ukuran 183 x 183 cm, dasar candi dengan ukuran 250 x 250 cm. Bilik candi berukuran 97 x 97 cm dan juga tinggi 97 cm. Bagian pintu candi lebarnya hanya 49 cm, dan juga di bagian atas pintu candi yang juga memiliki hiasan kepala kala dengan taring dan rambut gimbal. Ukirannya juga masih utuh. Pada dinding candi dihias oleh motif tumbuhan, sulur, dan juga relative utuh. Tinggi candi Losari ini sekitar 3 meter dan menghadap ke arah barat laut. Batu yang digunakan adalah batu andesit yang menurut perkiraan berasal dari letusan Gunung Merapi.

Namun candi losari belum bisa dipastikan tergolong ke dalam candi Hindu atau Buddha.

Di dalam candi Losari tidak ditemukan adnanya lingga maupun yoni, batu besar, dan ciri lain yang menandakan candi Hindu. Adapun Arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah membandingkan jenis batu dari bahan dasar pembangunan Canddi Losari dengan Candi Retno, Candi Plaosan, dan juga Candi Sewu. Jenis batunya merupakan bahan dasar dari bebatuan sungai yang mana diduga dibangun pada tahun 800 masa Dinasti Syailendra.

Candi ini juga terendam air namun sepertinya tidak akan surut. Karena air tersebut berasal dari mata air yang ada di sekitar. Namun hal ini jua menjadi daya tarik wisatawan karena candi terbilang unik dan menarik.

Anda tertarik tour di Jogja dan sekitarnya namun tidak ingin ribet? Kami menyediakan paket wisata Jogja / paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja / sewa mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Selamat berlibur. 🙂

1 2 3 4 5 6 9
× 08112635846