Goa Maria Sendangsono Ini Ziarah Juga Retreat di Kawasan Sejuk Kulon Progo

www.tuguwisata.com – Wisata ke Jogja ingin berwisata apa? Adakah keinginan untuk berziarah bagi yang beragama Katolik? Maka arahkan kendaraan dan menujulah ke Goa Maria Sendangsono.

Goa Maria Sendangsono adalah tempat ziarah bagi para jiwa yang gundah. Kawasan ini diselimuti oleh udara sejuk perbukitan, rancangan indah arsitektur Romo Mangun, menyusur jalan salib, dan juga berdoa di bawah kaki Bunda Maria.

goa maria sendangsono

Instagram: @

Goa Maria Sendangsono Memang Masih Sangat Asri

Adanya aliran sungai yang membelah membuat kawasan menjadi sejuk nan segar. Ada sebuah pohon Sono dan angsana besar yang tumbuh begitu kokoh menaungi area ini. akar dari pohon tersebut menggenngam tanah dan menajdi sumber mata air di sendang.

Keberadaan pohon Sono adalah alasan temapt dinamakan Sendangsono. Dahulu mata air di lokasi ini dikenal dengan nama Sendang Semagung. Rupaya tepat ini menjadi peristirahatan dan juga persinggahan para Bikshu yang berjalan kaki dari Borobudur menuju ke Boro dan juga sebaliknya.

Pada tahun 1904, seorang Pastur Van Lith mendatangi tempat dan mengadakan pembabtisan bagi para warga Kalibawang. Akhirnya lokasi ini dikembangkan menjadi tempat ziarah umat Katholik dan disebut sebagai Sendangsono.

goa maria sendangsono

Instagram: @vensi_permadi

Ada Sendang di Kawasan Ini, Namun Sudah Tidak Bisa Dilihat Secara Langsung

Kini ketika kamu berkunjung ke lokasi sudah tidak bisa lagi melihat sendang atau mata air tersebut secara langsung. Pasalnya sudah ditutup dengan kotak kaca. Airnya kemudian dialirkan menggunakan kran-kran air kecil yang biasa digunakan untuk membasuh muka. Atau juga dibawa pulang setelah didoakan di depan gua Maria.

Meski tidak melihat airnya, kamu masih melihat pohon sono yang berdiri kokoh. Dibawahnya kamu bisa berdoa dan berlutut di bawah patung Bunda Maria. Tahukah kalian? Patung dengan berat 300 kg ini didatangkan khusus dari Spanyol dan diangkut bergantian dari pertigaan Bendo.

Meski tempat ini digunakan untuk peziarah umat Katolik, namun kawasan ini dibuka oleh siapapun karena yang beragama lain mungkin sekedar ingin menenangkan diri dan mencari udara segar.

goa maria sendangsono

Instagram: @emerentianasiska

Adalah sebuah jembatan kecil yang bisa kamu gunakan untuk melihat-lihat aliran sungai atau juga duduk di pendopo kayu. Bagi para pecinta arsitektur, Sendangsono ini juga menarik karena rancangannya unik. Dan kawasan unik inilah yang menjadi lokasi film “3 Hari Untuk Selamanya” dengan actor Nicholas Saputra.

Kompleks peziarahan Sendangsono ini juga sering disebut sbegaai Lourdes of Indonesia. Setiap bulan Maria, umat berbondong menuju ke tempat ziarah. Selain mengikuti misa di Kapel Utama, Kapel Bunda Maria, dan Kapel Para Rasul, mereka juga merasakan penderitaan Yesus yang melakukan jalan.

Di Sendangsono ada dua pilihan jalan salib yakni rute panjang yang diawali dari Parokki Promasan maupun rute pendek.

goa maria sendangsono

Instagram: @rich_ard

Di tiap pemberhentian ada doa dan saat teduh. Jalan salib akan berakhir tepat di Gua Maria Lourdes.

Di lokasi ini juga terdapat makam Barnabas Sarkromo selaku sahabat dari Pastur Van Lith yang mana juga jemaat Katholik awal di Kalibawang. Kadangkala di lokasi juga dijadikan misa arwah. Selain berziarah kamu juga bisa melakukan retreat dan juga tinggal dibangunan yang difungsikan sebagai penginapan juga aula.

Akses menuju ke lokasi dari kota Jogja bisa kea rah Godean – Sentolo – Kalibawang – Desa Banjaroya – Sendangsono. Jika dari arah Muntilan, Jalan Magelang Pasar Muntilan –Kalibawang – Sendangsono atau juga dari arah Cebongan, Sleman.

Lokasi ini memang cocok untuk bermediasi bersama sang Empu. Selamat Berziarah. Anda tertarik tour di Jogja dan sekitarnya namun tidak ingin ribet? Kami menyediakan paket wisata Jogja / paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja / sewa mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Selamat berlibur. 🙂

Ada Akulturasi Kebudayaan Di Masjid Mataram Kotagede. Sudah Tahukah Kamu?

www.tuguwisata.com – Adalah sebuah masjid yang disebut sebagai masjid tertua yang ada di Yogyakarta, Masjid Mataram Kotagede Yogyakarta. Sebuah bangunan berupa masjid peninggalan kerajaan Mataram ini masih terlihat hingga saat ini sebagaimana fungsinya sebagai tempat ibadah.

Kotagede memang menjadi sebuah kawasan yang banyak memperlihatkan peninggalan bersejarah dan menyimpan informasi pada masa kerajaan Mataram. Satu diantaranya yakni Masjid Agung Kotagede. Tahun 1640, Sultan Agung bergotong royong bersama dengan masyarakat setempat yang umumnya beragama Hindu dan Buddha.

masjid mataram kotagede tugu wisata

Instagram: @fahmishiddiqi

Ada Pohon Beringin Tua Besar Yang Dianggap Sebagai Pohon Keramat

Memasuki kawasan halaman Masjid pengunjung akan mendapati sebuah beringin tua yang diperkirakan usianya sudah beratus tahun. Pohon beringin tersebut dianggap oleh masyarakat setempat sebagai pohon keramat yang diyakini membawa berkah untuk siapa saja yang ingin bertapa di bawah pohon tersebut. Disekitarnya terdapat parit yag mengelilingi Masjid. Parit tersebut dahuluya digunkana sebagai tempat berwudhu, namun saat ini sudah dialihfungsikan sebagai tambak.

Masjid Mataram Kotagede Yogyakarta ini mempunyai sebuah prasasti yang menyatakan pembangunan masjid yang dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertaman, masjid ini dibangun pad amasa Sultan Agung yang mana berhasil membuat inti masjid yang berukuran kecil seperti langgar. Tahapp keduanya, masjid ini dibangun oleh Raja Kasunanan Surakarta yakni Oleh Paku Buwono X pada tiangnya. Tiang masjid yang dibangun Sultan Agung merupakan tiang kayu, sementara itu tiang yang dibangun oleh Paku Buwono X berbahan besi.

masjid mataram kotagede tugu wisata

Instagram: @viaikasarii

Ada Akulturasi Budaya di Masjid Mataram Kotagede Ini

Masjid ini memiliki fungsi yang utuh hingga saat ini yakni tetap digunakan sebagai tempat beribadah umat Islam warga setempat. Bangunan tersebut mempuyai unsur toleran tinggi. Karena dahulu sebagian besar penduduknya masih memeluk agama Hindu dan Buddha yang senang hati turut membangun masjid tersebut. Ciri khas Hindu dan Buddha yang ada di masjid ini adalah dari tiang kayu yang dibangun masa pemerintahan Sultan Agung dan Gapura Masjid yang berbentuk Paduraksa.

Bangunan yang berbentuk limasan ini dapat dilihat dari atap yang berbentuk limas dna terbagi menjadi dua sisi yakni inti dan serambi. Di masjid ini terdapat sebuah bedug yang berumur cukup tua yang mana dahulunya merupakan hadiah dari Nyai Pringgit dan hingga kini masih dipakai sebagai tanda untuk sembahyang.

Dalam masjid adalah sebuah mimbar yang digunakan untuk berkhotbah. Mimbar tersebut dibuat dari kayu ukir yang juga meruppakan hadiah dari Sultan Palembang kepada Sultan Agung. Akan tetapi mimbar tersebut kini sduah tidak dipergunakan lagi.

Jika pengunjung ingin berjalan-jalan ke area halaman masjid makan akan dijumpai sebuah tembok yang berbeda antara kiri dan kanannnya. Tembok sebelah kiri tersusun dari batu bata merah yang ukurannya lebih besar dan warnanya merah tua juga terdapat sebuah batu seperti marmer yang permukaannya ditulis dengan aksara Jawa.

Adapun tembok sebelah kanan dari batu bata yang lebih kecil dan berwarna lebih muda juga polos. Rupanya tembok sebelah kiri dibangun oleh Sultan Agung dengan perekat air aren yang membantu perekatan lebih kuat. Sedangkan tembok sebelah kananya hasil renovasi Paku Buwono X.

masjid mataram kotagede tugu wisata

Dokumentasi Pribadi

Tiket Masuk Masjid Mataram Kotagede

Jika Anda ingin berkunjung ke Masjid Agung Mataram Kotagede ini bisa menuju ke Jalan Watu Gilang, Kotagede, Yogyakarta. Untuk memasuki kawasan masjid Agung Mataram Kotagede ini tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung hanya perlu membayar parkir kendaraan sebesar Rp. 1.000 untuk parkir motor, dan Rp. 2.000 untuk parkir mobil. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga sering digunakan untuk sesi pemotretan baik model amupun foto pre-wedding.

masjid mataram kotagede tugu wisata

Instagram: @bayulare

Demikian sejarah dan ulasan dari Masjid Agung Mataram Kotagede, dekat dari masjid Anda juga bisa berziarah ke Makam Raja Mataram yang lokasinya tidak jauh dari masjid. Selamat berkunjung. Ingin wisata religi ke masjid Mataram Kotagede ini? Kami menyediakan paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Mulai dari sewa Avanza Jogja hingga sewa Alphard Jogja. Selamat berlibur. 🙂

 

Datang Ke Jogja Wajib Deh Ke Tugu Jogja, Sebuah Landmark Jogja Lengkap Dengan Filosofinya

www.tuguwisata.com – Kalau kalian menjejaki wisata di Jogja pasti sudah tidak asing lagi dengan ikon-ikon yang ada di kota Istimewa ini bukan? Selain Prambanan, Malioboro, pasti kalian mengenal Tugu Jogja yang berdiri di perempatan itu kan?

Tugu Jogja memang menjadi landmark kota Jogja yang sangat terkenal. Monumen ini berada di perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan AM Sangaji, dan juga Jalan Diponegoro. Tugu Jogja ini telah berusia hampir 300 tahun lho. Tugu ini bukan sembarang tugu melainkan ada banyak rekaman sejarah dan makna di kota Yogyakarta.

Tugu Jogja Tugu Pal Putih Tugu Wisata

Instagram: @jogjaku

Kapan Berdirinya Tugu Jogja?

Tugu ini dibangun sekitar setahun setelah berdirinya Kraton Yogyakarta. Awal berdirinya Tugu ini menyatakan Manunggaling Kawul Gusti, semangat persatuan rakyat dan para penguasa untuk melawan penjajah pada masa itu.

Semangat persatuan tersebut disebut dengan golong gilig yang jelas tergambar di bangunan tugu. Tiang yang berbentuk silinder atau gilig, dan puncaknya yang berbentuk bulat atau golong. Oleh karena itu Tugu ini juga disebut sebagai Tugu Golong Gilig.

Tugu tersebut dibangun dengan pada awalnya dengan bentuk tiang silinder yang kemudian mengerucut ke atas. Bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar. Sementara itu d bagian puncaknya berbentuk bulat. Dan untuk ketinggian bangunan Tugu itu sendiri awalnya hanya mencapai 25 meter.

Akan tetapi pada tanggal 10 Juni 1867 gempa yang menguncang kota Gudeg ini membuat bangunan Tugu tersebut runtuh. bisa diartika bahwa saat runtuh tugu tersebut masih dalam masa transisi sebelum makna persatuannya benar-benar tercermin.

Hingga pada tahun 1889, keadaannya berubah. Saat itu pemerintah Belanda membangun kembali dan merenovasi bangunan Tgu. Tugu yang dibuat berbentuk persegi dengan setiap sisinya dihias dengan semacam prasasti untuk menunjukkan siapa saja yang ikut andil dalam renovasi tersebut.

Bagian puncaknya sudah tidak lagi bulat melainkan kerucut yang runcing. Sementara itu ketinggiannya justru menjadi lebih rendah yakni sekitar 15 meter lebih rendah dari bangunan sebelumnya. Dari hasil renovasi tersebut akhirnya tugu tersebut dinamakan De Witt Paal atau Tugu Pal Putih.

tugu jogja tugu pal pputih tugu wisata

Instagram; @jogjaku

Ada Kisah Balik Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Tugu Jogja

Perombakan bangunan pada saat itu adalah taktik dari Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja. Akan tetapi semenjak melihat perjuangan rakyat dan raja yang berlangsung sesudah renovasi tersebut, akhirnya upaya Belanda gagal.

Jika Anda ingin berkunjung ke Tugu Yogyakarta sembari menilik filosofisnya adalah bangku yang berada di pojok jalan Mangkubumi. Kawasan Tugu ini juga menjadi kawasan wisata malam gratis bagi para pengunjung.

Menilik Tugu Jogja juga bisa lengkap dengan menyantap angkringan KR yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Tugu Pal Putih. Selain angkringan pengunjung juga bisa menikmati Kopi Joss yang menjadi minuman kopi dari arang panas.

Selain sebagai wisata malam, banyak juga yang berfoto dengan background Tugu tersebut. Ada juga yang mengabadikannya sebagai foto Pre-Wedding dengan konsep Kejawen yakni menggunakan lurik serta becak yang menjadi kendaraan tradisional yang masih ada hingga saat ini di kota Jogja. Dari kota Istimewa yang penuh kenangan ini, sudahkah ada keinginan untuk menilik (kembali) kota ini? Anda tertarik wisata di Jogja dan sekitarnya namun tidak ingin ribet? Kami menyediakan paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Mulai dari sewa Avanza Jogja hingga sewa Alphard Jogja. Selamat berlibur. 🙂

 

Candi Karangnongko: Situs Yang Masih Menunggu Pemugaran

www.tuguwisata.com – Bertandang ke Klaten tidak hanya ke candi Prambanan, candi Plaosan dan juga beberapa candi lain. Di Karangnongko selain adanya Candi Merak, adalah Candi Karangnongko yang menyesuaikan lokasi ditemuknnnya situs yakni di Karangnongko.

Di area persawahan yang luas adalah area candi yang bisa menjadi kunjungan yakni Candi Karangnongko. Minimnya lahan parkir menyulitkan pengunjung untuk memarkir kendaraan pribadi. Oleh karena itu, pengunjung bisa menitipkan di rumah warga setempat.

Merupakan candi Hindu yang keadaannya menyerupai pondasi.  Keberadaan candi Karangnongko ini tidak jauh kaitannya dengan candi Merak yang lokasinya tidak jauh dari candi Karangnongko. Dekat dengan candi ada sebuah sumur yang disebut oleh warga sekitar bernama sumur Bandung yang masih erat kaitannya dengan cerita rakyat.

Candi Karangnongko Tugu Wisata

Instagram: @kabarklaten

Ada Sumur di Dekat Candi Karangnongko

Sumur yang ada di dekat candi ini memiliki mata air yang jernih. Adanya sumur tersebut juga dimanfaatkan dengan baik oleh mayarakat untuk melakukan aktivitas kebutuhan sehari-hari. Bangunan yang berada di situs ini berukuran sekitar 3 x 3 meter persegi dengan tinggi sekitar lebih kurang setengah meter.

Fakta yang mengatakan candi ini Hindu adalah adanya lingga. Di sekitar candi induk juga ada candi perwara yang turut menemani candi induk yang merupakan susunan bebatuan. Tidak begitu banyak informasi yang didapat dari adanya candi ini.

Candi Karangnongko Tugu Wisata

Instagram: @nnamariyana

Semoga ke depannya candi-candi seperti candi Karangnongko bisa menjadi salah satu warisan dunia yang patut dipertahanakan. Sebagai warga negara yang baik alangkah baiknya tidak hanya berkunjung ke situs yang sudah terkelola saja agar dunia tahu Indonesia itu kaya.

Anda ingin berkunjung ke lokasi ini? Bisa langsung kunjungi kawasan Karangnongko Klaten Jawa Tengah. Semoga bermanfaat 🙂 Nah kalau kamu ingin berwisata ke Jogja sembari menikmati keindahan-keindahan kota Jogja bisa Anda pilih paket tour Jogja murah bersama kami. Selain itu, kami juga menyediakan jasa sewa mobil mulai dari sewa mobil Avanza, sewa mobil Innova, sewa mobil Livina hingga sewa mobil Alphard.

Museum Sasmitaloka: Mengenang Jenderal Sudirman di Yogyakarta

www.tuguwisata.com – Museum Sasmitaloka merupakan suatu museum sejarah yang menjadi tempat tinggal Jenderal Sudirman di Jalan Bintaran No.3 Yogyakarta. Jenderal Sudirman sendiri lahir di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga pada tanggal 24 Januari 1916. Bapak dan ibu beliau bernama Karsid Kartawiraji dan Siyem. Kemudian ayah angkat beliau bernama Raden Cokro Sunaryo menambahkan nama Raden pada nama Sudirman.

Raden Sudirman telah mengikuti pendidikan formal di Taman Siswa kemudian me;anjutkan pendidikan di HIK Muhammadiyan Solo. Pada tahun 1934 Raden Sudirman aktif dalam organisasi Kepannduan Islam Hizbul Wathon. Oleh karena prestasi beliau, pad aakhirnya beliau diangkat menjadi Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah di Cilacap. Selain itu, beliau juga menjadi pengajar di Sekolah Menengan Muhamadiyah Cilacap.

Beliau melalukan banyak perjalanan dalam pembelaan tanah air melalui serangan Agrsi Militerr I dan juga Agresi Militer II yang dilakukan berpindah-pindah. Perjalanannya bergerilya sejauh 1000 km selama 6 bulan dan berakir dari perjanjian Roem Royen. Panglima Jenderal Sudirman kembali ke Yogyakarta pada tanggal 10 Juli 1949.

Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman

Instagram: @titinmuyassaroh

Mengenang dan Mengingat

Sebuah bangunan rumah yang berada di jalan Bintaran No.3 ini kemudian menjadi sebuah Museum Sasmitaloka dengan maksud untuk mengenang dan mengingat. Nama Sasmitaloka berarti rumah untuk mengenang.

Museum Sasmitaloka memperlihatkan penggalan sejarah kehidupan tokoh besar sang Jenderal. Dari masa kanak-kanak hingga wafat dan di makamkan di Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta. Museum ini memiliki 14 ruangan yang diisi oleh serangkaian informasi yang disusun secara kronologi dengan membentuk cerita dan gambaran beliau saat itu.

Juga merupakan museum biografi dari Jenderal Sudirman dan kesehariannya sewaktu mendiami rumah ini. Museum ini terbagi menjadi empat bagian yakni Gedung Utama. Adalah salah satu prasasti yang tertulis di museum ini yang menarik perhatian:

“Anak-anakku, Tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi, yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran tanah air. Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan harta benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dielnyapkan oleh manusia siapapun juga.” (Panglima Besar Jenderal Sudirman).

Ada Empat Bagian Ruangan

Museum Samitaloka ini terdiri dari empat bagian yakni Gedung Utama (6 Ruang Pameran), Gedung Sayap Utara (3 Ruangan Pameran), Gedung Sayap (3 Ruangan Pameran), Gedung Sayap Selatan dan Gedung Belakang (Ruang X).

Gedung Utama

  1. Ruang Tamu (Ruang 1)

Di ruangan ini terdapat seperangkat meja dan kursi kayu yang telah digunakan oleh beliau dan keluarga untuk menerima tamu. Di ruangan ini ada dua dua lampu gantung.

  1. Ruang Santai (Ruang 2)

Di ruang santai ini dipenuhi oleh satu set meja dan kursi yang biasa digunakan pada waktu dahulu untuk berkumpul dan juga mengasuk anak. Juga terdapat radio merk Phillips buatan Belanda. Atasnya terdapat lukisan Pangeran Sudirman kala menunggang kuda yang ditemani oleh Oerip Soemohardjo yang juga berkuda tengah menyiapkan pasukannya di alun-alun utara Yogyakarta. lukisan tersebut mengisahkan Sudirman yang kala sakit dan ditandu perang gerilya. Kemudian adapula lukisan beliau yang menaiki kuda hitam, lukisan tersebut berada di atas rak tempat perabot rumah tangga. Adapula koleksi barang pecah belah dan juga lampu gantung.

  1. Ruang Kerja (Ruang 3)

Di ruangan ini terdapat barang peninggalan beliau seprti pedang Samurai kala menjadi Daidancho di PETA, Pesawat Telepon, meja kursi kerja, meja kursi tamu, keris yang selalu beliau bawa kala berperang, senjata Lee Enfield (LE) pistol Vickers dan Mitraliur, juga piagam penghargaan yang diberikan oleh pangeran Sudirman oleh pemerintah Republik Indonesia.

  1. Ruang Tidur Tamu (Ruang 4)

Ruangan tidur tamu ini digunakan untuk tamu atau rekan beliau yang ingin bermalam atau beristirahat. Di ruangan ini terdapat kursi tamu, almari apkaian, foto keluarga.

  1. Ruang Tidur Sudirman (Ruang 5)

Ruangan ini berisi tempat tidur, almari pakaian, dan juga digunakan untuk sholat beliau karena terdapat tempat untuk sholat. Adapula patung lilin Sudirman yang sedang duduk lengkap dengan memakai mantel, ikat kepala, dan juga alas kaki. Adapula mesin jahit yang sering digunakan oleh istrinya. Selain itu juga ada lukisan Sudirman mengenakan baju adat Jawa.

  1. Ruang Tidur Putra-Putri Sudirman (Ruang 6)

Beliau yang menikah dengan Siti Alifiah telah dikaruniai 9 anak. Ruanga ini bersebelahan dengan kamar tidur utama. Di ruangan ini juga terdapat tempat tidur anak-anak beliau.

Ruangan Gedung Sayap Utara

  1. Ruang Pengangkatan Panglima APRI (Ruang 7)

Ruangan ini beliau gunakan sebagai secretariat yang berisi koleksi yang berhubungan dengan pemilihan pejabat Panglima. Yang mana isinya berupa meja dan kursi yang digunakan Letnan Kolonel Isdiman yang mengusulkan beliau dihadapan Oerip Sumohardjo dan juga Gatot Subroto. Koleksi lainnya juga ada Sampah Anggota Pimpinan Tentara yang diucapkan oleh beliau Pangeran Besar Jenderal Sudirman.

  1. Ruang Palagan Ambarawa (Ruang 8)

Pertempurannya antara tentara sekutu di Ambarawa yang dipimpin belau Sudirman berhasil dimenangkan oleh pejuang Republik Indonesia. Bukti pertempurannya berupa senjata api, maket, dan peta pertempuran Ambarawa.

  1. Rumah Sakit Panti Rapih (Ruang 9)

Di ruang kesembilan ini menceritakan kepada pengunjung kala beliau sakit di Rumah Sakit Panti Rapih pada tahun 1948. Adapula foto atau literature yang menceritakan saat belaiu dioperasi. Barang lainnya berupa meja, kursi, dan diorama sewaktu gerilya.

  1. Ruang Koleksi Kendaraan (Ruang 10)

Berada di ruangan koleksi kendaraan mengingatkan pada masa beliau yang menggunakan kendaraan seprti dokar saat perang gerilya dan juga mobil sedan. Kendaraan dokar tersebut digunakan dari Playen menuju ke Semanu Gunungkidul.

Gedung Sayap Selatan

  1. Ruang Sobo Pacitan (Ruang 11)

Di ruangan ini adalah peninggalan cerita tentang Sudirman yang kala itu sedangsakit sehingga banyak warga yang menolongnya dengan memberi sumbangan seperti dipan, meja kursi kayu, piring, sendok makan, kuali, cangkir, teko, gelas dari blek, toples kaca, dan juga mangkuk. Di ruang ini juga terdapat miniature dari markas beliau yang berbentuk limasan di Sobo, Pakis Baru, Pacitan, Jawa Timur. Ilustrasinya menggambarkan kejadian di Sobo juga pada lukisannya.

  1. Diorama Perang Gerilya (Ruang 12)

Di ruangan ini ada tiga diorama:

  • Diorama pertama yang menceritakan beliau kala Belanda menggencarkan agresi II tanggal 19 Desember 1948.
  • Yang kedua berkisah tentang perjalanan belaiu memimpin perang gerilya.
  • Berikutnya ketiga adalah mengenai aktivitas Sudirman yang melaksanakan tugas sebagai Panglima Besar di markas gerilya Sobo Pacitan. Lengkap juga dengan koleksi peninggalan berupa tandu, tongkat, dan juga peta gerilya.
  1. Ruang Koleksi Pribadi (Ruang 13)

Di ruangan ini terdapat peninggalan yang dikemas dalam etalase besar yang berisi manikin Sudirman lengkap dengan amntel cokelatnya, peci, ikat kepala, koper, tongkat, dan teko.

  1. Ruang Foro dan Dokumentasi (Ruang 14)

Di ruangan ke empat belas ini terdapat pakaian militer dan rekaman peristiwa tentang masa perjuangan dan foto-foto yang mengabadikan peristiwa yang tengah dihadapi Sudirman.

Museum Sasmitaloka ini berada di Jalan Bintaran Wetan No.3 Yogyakarta. Museum ini dekat dengan Museum Biologi UGM yang bisa Anda kunjungi berikutnya karena berjarak sekitar 20 meter.

1 2
× 08112635846