Goa Maria Sendangsono Ini Ziarah Juga Retreat di Kawasan Sejuk Kulon Progo

www.tuguwisata.com – Wisata ke Jogja ingin berwisata apa? Adakah keinginan untuk berziarah bagi yang beragama Katolik? Maka arahkan kendaraan dan menujulah ke Goa Maria Sendangsono.

Goa Maria Sendangsono adalah tempat ziarah bagi para jiwa yang gundah. Kawasan ini diselimuti oleh udara sejuk perbukitan, rancangan indah arsitektur Romo Mangun, menyusur jalan salib, dan juga berdoa di bawah kaki Bunda Maria.

goa maria sendangsono

Instagram: @

Goa Maria Sendangsono Memang Masih Sangat Asri

Adanya aliran sungai yang membelah membuat kawasan menjadi sejuk nan segar. Ada sebuah pohon Sono dan angsana besar yang tumbuh begitu kokoh menaungi area ini. akar dari pohon tersebut menggenngam tanah dan menajdi sumber mata air di sendang.

Keberadaan pohon Sono adalah alasan temapt dinamakan Sendangsono. Dahulu mata air di lokasi ini dikenal dengan nama Sendang Semagung. Rupaya tepat ini menjadi peristirahatan dan juga persinggahan para Bikshu yang berjalan kaki dari Borobudur menuju ke Boro dan juga sebaliknya.

Pada tahun 1904, seorang Pastur Van Lith mendatangi tempat dan mengadakan pembabtisan bagi para warga Kalibawang. Akhirnya lokasi ini dikembangkan menjadi tempat ziarah umat Katholik dan disebut sebagai Sendangsono.

goa maria sendangsono

Instagram: @vensi_permadi

Ada Sendang di Kawasan Ini, Namun Sudah Tidak Bisa Dilihat Secara Langsung

Kini ketika kamu berkunjung ke lokasi sudah tidak bisa lagi melihat sendang atau mata air tersebut secara langsung. Pasalnya sudah ditutup dengan kotak kaca. Airnya kemudian dialirkan menggunakan kran-kran air kecil yang biasa digunakan untuk membasuh muka. Atau juga dibawa pulang setelah didoakan di depan gua Maria.

Meski tidak melihat airnya, kamu masih melihat pohon sono yang berdiri kokoh. Dibawahnya kamu bisa berdoa dan berlutut di bawah patung Bunda Maria. Tahukah kalian? Patung dengan berat 300 kg ini didatangkan khusus dari Spanyol dan diangkut bergantian dari pertigaan Bendo.

Meski tempat ini digunakan untuk peziarah umat Katolik, namun kawasan ini dibuka oleh siapapun karena yang beragama lain mungkin sekedar ingin menenangkan diri dan mencari udara segar.

goa maria sendangsono

Instagram: @emerentianasiska

Adalah sebuah jembatan kecil yang bisa kamu gunakan untuk melihat-lihat aliran sungai atau juga duduk di pendopo kayu. Bagi para pecinta arsitektur, Sendangsono ini juga menarik karena rancangannya unik. Dan kawasan unik inilah yang menjadi lokasi film “3 Hari Untuk Selamanya” dengan actor Nicholas Saputra.

Kompleks peziarahan Sendangsono ini juga sering disebut sbegaai Lourdes of Indonesia. Setiap bulan Maria, umat berbondong menuju ke tempat ziarah. Selain mengikuti misa di Kapel Utama, Kapel Bunda Maria, dan Kapel Para Rasul, mereka juga merasakan penderitaan Yesus yang melakukan jalan.

Di Sendangsono ada dua pilihan jalan salib yakni rute panjang yang diawali dari Parokki Promasan maupun rute pendek.

goa maria sendangsono

Instagram: @rich_ard

Di tiap pemberhentian ada doa dan saat teduh. Jalan salib akan berakhir tepat di Gua Maria Lourdes.

Di lokasi ini juga terdapat makam Barnabas Sarkromo selaku sahabat dari Pastur Van Lith yang mana juga jemaat Katholik awal di Kalibawang. Kadangkala di lokasi juga dijadikan misa arwah. Selain berziarah kamu juga bisa melakukan retreat dan juga tinggal dibangunan yang difungsikan sebagai penginapan juga aula.

Akses menuju ke lokasi dari kota Jogja bisa kea rah Godean – Sentolo – Kalibawang – Desa Banjaroya – Sendangsono. Jika dari arah Muntilan, Jalan Magelang Pasar Muntilan –Kalibawang – Sendangsono atau juga dari arah Cebongan, Sleman.

Lokasi ini memang cocok untuk bermediasi bersama sang Empu. Selamat Berziarah. Anda tertarik tour di Jogja dan sekitarnya namun tidak ingin ribet? Kami menyediakan paket wisata Jogja / paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja / sewa mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Selamat berlibur. 🙂

Ada Akulturasi Kebudayaan Di Masjid Mataram Kotagede. Sudah Tahukah Kamu?

www.tuguwisata.com – Adalah sebuah masjid yang disebut sebagai masjid tertua yang ada di Yogyakarta, Masjid Mataram Kotagede Yogyakarta. Sebuah bangunan berupa masjid peninggalan kerajaan Mataram ini masih terlihat hingga saat ini sebagaimana fungsinya sebagai tempat ibadah.

Kotagede memang menjadi sebuah kawasan yang banyak memperlihatkan peninggalan bersejarah dan menyimpan informasi pada masa kerajaan Mataram. Satu diantaranya yakni Masjid Agung Kotagede. Tahun 1640, Sultan Agung bergotong royong bersama dengan masyarakat setempat yang umumnya beragama Hindu dan Buddha.

masjid mataram kotagede tugu wisata

Instagram: @fahmishiddiqi

Ada Pohon Beringin Tua Besar Yang Dianggap Sebagai Pohon Keramat

Memasuki kawasan halaman Masjid pengunjung akan mendapati sebuah beringin tua yang diperkirakan usianya sudah beratus tahun. Pohon beringin tersebut dianggap oleh masyarakat setempat sebagai pohon keramat yang diyakini membawa berkah untuk siapa saja yang ingin bertapa di bawah pohon tersebut. Disekitarnya terdapat parit yag mengelilingi Masjid. Parit tersebut dahuluya digunkana sebagai tempat berwudhu, namun saat ini sudah dialihfungsikan sebagai tambak.

Masjid Mataram Kotagede Yogyakarta ini mempunyai sebuah prasasti yang menyatakan pembangunan masjid yang dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertaman, masjid ini dibangun pad amasa Sultan Agung yang mana berhasil membuat inti masjid yang berukuran kecil seperti langgar. Tahapp keduanya, masjid ini dibangun oleh Raja Kasunanan Surakarta yakni Oleh Paku Buwono X pada tiangnya. Tiang masjid yang dibangun Sultan Agung merupakan tiang kayu, sementara itu tiang yang dibangun oleh Paku Buwono X berbahan besi.

masjid mataram kotagede tugu wisata

Instagram: @viaikasarii

Ada Akulturasi Budaya di Masjid Mataram Kotagede Ini

Masjid ini memiliki fungsi yang utuh hingga saat ini yakni tetap digunakan sebagai tempat beribadah umat Islam warga setempat. Bangunan tersebut mempuyai unsur toleran tinggi. Karena dahulu sebagian besar penduduknya masih memeluk agama Hindu dan Buddha yang senang hati turut membangun masjid tersebut. Ciri khas Hindu dan Buddha yang ada di masjid ini adalah dari tiang kayu yang dibangun masa pemerintahan Sultan Agung dan Gapura Masjid yang berbentuk Paduraksa.

Bangunan yang berbentuk limasan ini dapat dilihat dari atap yang berbentuk limas dna terbagi menjadi dua sisi yakni inti dan serambi. Di masjid ini terdapat sebuah bedug yang berumur cukup tua yang mana dahulunya merupakan hadiah dari Nyai Pringgit dan hingga kini masih dipakai sebagai tanda untuk sembahyang.

Dalam masjid adalah sebuah mimbar yang digunakan untuk berkhotbah. Mimbar tersebut dibuat dari kayu ukir yang juga meruppakan hadiah dari Sultan Palembang kepada Sultan Agung. Akan tetapi mimbar tersebut kini sduah tidak dipergunakan lagi.

Jika pengunjung ingin berjalan-jalan ke area halaman masjid makan akan dijumpai sebuah tembok yang berbeda antara kiri dan kanannnya. Tembok sebelah kiri tersusun dari batu bata merah yang ukurannya lebih besar dan warnanya merah tua juga terdapat sebuah batu seperti marmer yang permukaannya ditulis dengan aksara Jawa.

Adapun tembok sebelah kanan dari batu bata yang lebih kecil dan berwarna lebih muda juga polos. Rupanya tembok sebelah kiri dibangun oleh Sultan Agung dengan perekat air aren yang membantu perekatan lebih kuat. Sedangkan tembok sebelah kananya hasil renovasi Paku Buwono X.

masjid mataram kotagede tugu wisata

Dokumentasi Pribadi

Tiket Masuk Masjid Mataram Kotagede

Jika Anda ingin berkunjung ke Masjid Agung Mataram Kotagede ini bisa menuju ke Jalan Watu Gilang, Kotagede, Yogyakarta. Untuk memasuki kawasan masjid Agung Mataram Kotagede ini tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung hanya perlu membayar parkir kendaraan sebesar Rp. 1.000 untuk parkir motor, dan Rp. 2.000 untuk parkir mobil. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga sering digunakan untuk sesi pemotretan baik model amupun foto pre-wedding.

masjid mataram kotagede tugu wisata

Instagram: @bayulare

Demikian sejarah dan ulasan dari Masjid Agung Mataram Kotagede, dekat dari masjid Anda juga bisa berziarah ke Makam Raja Mataram yang lokasinya tidak jauh dari masjid. Selamat berkunjung. Ingin wisata religi ke masjid Mataram Kotagede ini? Kami menyediakan paket tour Jogja murah yang asyik dan bikin liburan ngga pakai ribet. Kami juga menyediakan rental mobil Jogja yang bisa Anda gunakan untuk liburan atau juga kegiatan di Jogja. Mulai dari sewa Avanza Jogja hingga sewa Alphard Jogja. Selamat berlibur. 🙂

 

Makam Kyai Maksum Tempuran: Wisata Religi Tokoh Besar NU

MAKAM KYAI MAKSUM TEMPURAN: WISATA RELIGI TOKOH BESAR NU

www.tuguwisata.com – Selain berwisata alam, banyak juga yang mencari alternative wisata untuk mengisi hari liburnya. Wisata religi mungkin menjadi salah satu wisata yang hingga kini masih menempati kategori wisata yang menarik bagi sekelompok orang. Berada di Magelang pasti akan terbesit Borobudur, namun tidak hanya Borobudur saja yang menarik untuk dikunjungi. Ada wisata religi yang mungkin menarik bagi Anda yakni Makam Kyai Maksum Tempuran.

Beliau Kyai Maksum Tempuran merupakan salah satu Kyai ternama di Indonesia. Juga dipanggil mbah Maksum yang makamnya sendiri berada di Dusun Punduh Kidul, Desa Sidoagung, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

makam kyai maksum tugu wisata

Sumber: www.teuklove.com

Makam Tak Pernah Sepi

Makam beliau tidak pernah sepi dikunjungi peziarah khususnya umat muslim. Yang datang ke lokasipun tidak hanya dari kabupaten Magelang saja namun ada banyak yang dari luar Magelang. Kompleks pemakaman yang kadang juga diadakan pengajian umum ini hampir tidak pernah sepi setiap tahunnya. Tentu para peziarah yang datang ke pengajian tidak hanya sekedar mendengarkan kajian namun juga datang ke lokasi.

Tidak heran jika yang berkunjung banyak. Pasalnya konon beliau adalah orang yang dikenal karena selama hidupnya selalu untuk masyarakat luas apalagi untuk kalangan bawah. Ahli sejarah pun mengungkapkan bahwa kehadiran beliau yang meski belum dikenal seluruh Indonesia namun pada kenyataannya kala wafat pada tahun 1972 yang lalu berhasil menggoncang jaringan atau organisasi Islam yang ada di Indonesia.

Perjalanannya selama menimba ilmu tidak sekedar di kawasa Lasem saja. beliau juga menjelajah hingga ke Jepara, Kajen, Sarang Rembang, Bangkalan, Solo, Termas hingga Makkah. Beliau juga telah terbiasa hidup zuhud karena apapun pekerjaannya telah beliau lakukan seperti halnya berdagang baju, menjual nasi pecel hingga lampu pertromak. Akan tetapi disela-sela sibuknya beliau, Kyai Maksum ini juga menyempatkan untuk mengajar umat juga ke Tebuireng untuk mengaji.

Pendiri Pondok Pesantren Al-Hidayat

Kegiatan selama berdagang juga terhenti kala dalam mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW yang dalam mimpinya beliau Rasulullah memerintahkan berhenti dari perdagangan dan fokus untuk mengajar umat. Dari kejadian tersebut akhirnya beliau memutuskan untuk beristiqomah dan mengajar juga menetap di Lasem. Sampai pada akhirnya beliau mendiirkan Pondok Pesanten Al-Hidayat.

Beliau juga salah satu tokoh juga turut membesarkan nama Nahdatul Ulama. Selain itu beliau juga sering dikunjungi oleh para petinggi NU untuk nasihat dan doa. Setelah wafat pada 28 April 1972, makam beliau selalu ramai dikunjungi oleh para pejabat pemerintahan dan tidak lain juga para tokoh ulama.

Sebegitu tersohornya, dan seluruh kebaikan beliau selama hidup memang selalu menjadi pembelajaran dan kenang yang baik. 🙂 Mari kami antar untuk wisata religinya. Kami menyediakan paket wisata juga rental mobil Jogja yang bisa Anda manfaatkan untuk kunjungan wisata religi seperti ini.

Makam Panembahan Rama: Wisata Religi Kabupaten Klaten

MAKAM PANEMBAHAN RAMA: WISATA RELIGI KABUPATEN KLATEN

www.tuguwisata.com – Adalagi salah satu wisata religi yang juga disebut ziarah di kabupaten Klaten. Sebuah makam bernama Makam Panembahan Rama. Makam yang cukup tersembunyi dibalik pemukiman penduduk daerah Wedi Klaten. Tepatnya berada di desa Kajoran, kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Panembahan Rama merupakan lokasi ziarah yang sudah tidak asing bagi masyarakat setempat khususnya. Banyak yang menyebutkan bahwa Panembahan Rama ada kaitannya dengan Kasultanan Mataram, Kasultanan Pajang, dan Kasunanan Surakarta.

Perjalanan menuju ke makam Panembahan Rama ini dilewati menuju jalan aspal yang sempit kemudian disusul dengan jalan tanah perkampungan. Makam Panembahan Rama ini cukup sepi pengunjung dihari biasa kecuali hari Kamis atau Jumat. Kebanyakan yang ziarah memang di hari tertentu karena ada sekelompoknya yang melakukan ritual di makam-makam.

makam panembahan romo klaten

Sumber: https://nonobudparpora.wordpress.com

Kisah

Adapun ceritanya adalah Panembahan Rama merupakan turunan dari Kasultanan Pajang. Raden Kajoran atau juga disebut Raden Kajoran Ambalik atau Pangeran Rama, Panembahan Kajoran atau juga Kyai Kajoran adalah seorang ulama besar terkemuka dari Kajoran. Keluarga Kajoran adalah keluarga yang memiliki pengaruh besar serta memiliki hubungan perkawiasan dengan Keraton Mataram.

Dari gerbang masuk sudah tampak sebuah bangunan yang tidak lain adalah makam Panembahan Rama. Bangunan tersebut dikelilingi oleh makam-makam tua yang identitasnya sudah hilang karena tidak ada papan nama makam namun hanya batu yang berada diatasnya.  Selain itu di kawasan ini juga terdapat papan dengan tulisan “Bangunan Cagar Budaya” juga pemugarannya. Akan tetapi untuk emmasuki makam Panembahan Rama tidak dizinkan sembarang orang yang mana ketika ingin masuk harus meminta izin keapda penjaga makam.

Di area sekitar makam adalah kotak hitam yang diatasnya telah ada bekas sesaji yang juga disebut dengan watu gilang atau batu gilang. Dari sejarah yang ada, Raden Kajoran telah menghimpun kekuatan guna menghancurkan Sunan Amangkarut I. Raden Kajoran sendiri dibantu oleh Pangeran Purbaya, Adipati Anom, Trunojoyo (menantu Raden Kajoran), Kraeng Galesung (Menantu Trunojoyo) yang juga merupakan pemimpin pelarian Makasar di Demang-Basuki yang dibantu oleh sebagian prajurit Mataram yang membelot guna mengadakan serangan ke Kraton Mataram. Pada pemberontakan Trunojoyo, Panembahan Rama terbunuh yang kemudian dimakamkan dikompleks pemakaman ini.

Makam Panembahan Romo Klaten

Sumber: https://nonobudparpora.wordpress.com

Tapa Kungkum

Dekat dari batu Gilang ada sebuah sendang yang digunakan untuk pemandian. Konon katanya di malam jumat, sendang tersebut digunakan untuk ritual gaib yakni “tapa kungkum”. Keadaan sendang ini memang cukup bersih serta terawat. Akan tetapi banyak yang kurang memanfaatkan sendnag ini karena diperkampungan ini sendiri kebutuhan air sudah cukup melimpah.

Setelah dipugar keadaaanya tidak dikembalikan seperti semula. Entah mungkin kekurangan dana atau apapun namun lokasi Makam Panembahan Rama ini sebaiknya menjadi salah satu lokasi wisata sejarah atau religi yang turut diperhatikan oleh pemerintah.

Jika Anda ingin berwisata Jogja dan sekitarnya, kami menyediakan paket wisata murah juga sewa mobil murah mulai dari sewa mobil Avanza hingga sewa mobil Alphard. Mari wisata religi, wisata sejarah, wisata alam, dan lainnya bisa bersama kami.

Gereja Hati Kudus: Sebuah Wisata Religi di Ganjuran Yogyakarta

WISATA RELIGI GEREJA HATI KUDUS YESUS GANJURAN

www.tuguwisata.com – Berada tidak jauh dari pusat kota, adalah sebuah gereja bernama Gereja Hati Kudus Ganjuran. Lokasinya yakni sekitar 20km dari pusat kota Yogyakarta. Perjalanan menuju ke gereja telah terdampar banyaknya persawahan yang membuat sejuk kala memasuki wilayah Ganjuran.

Ganjuran merupakan lokasi gereja Hati Kudus Yesus ini berdiri. Berkunjung ke gereja ini Anda akan tahu mengenai sejarah gereja dan inkulturasis Katolik dengan budaya Jawa. Selain itu Anda juga mendapat ketenangan hati.

Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran Tugu Wisata

Instagram: @octoelf

Sejarah

Dibangun pada tahun 1924 dari prakarsa dua bersaudara turunan Belanda yakni Joseph Smutzer dan Julius Smutzer pada kompleks gereja Ganjuran ini. Keberadaannya telah terbentuk sejak keduanya mengelola Pabrik Gula Gondang Lipuro yang berada di daerah tersebut pada tahun 1912. Adalah bangunan lain yang didirikan yakni 12 sekolah dan sebuah klinik yang merupakan cikar dari Rumah Sakit Panti Rapih.

Pembangunan gereja yang telah dirancang oleh arsitek Belanda bernama J Yh Van Oyen merupakan salah satu ebntuk semangat sosial gereja yakni Rerum Navarum yang kemudian dimiliki oleh kedua Smutzer yang bersemangat mencintai sesame terlebih pada kesejahteraan masyarakt setempat. Kebanyakan dari mereka menjadai karyawan di Pabrik Gula Gondang Lipuro pada masa keemasan tahun 1918 hingga 1930.

Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran Tugu Wisata

Instagram: @gregoriussatriolp

Pada perkembangannya, kompleks gereja ini telah disempurnakan dengan pembangunan candi bernama Hati Kudus Yesus tahun 1927. Teras candinya memiliki hiasan bunga teratai juga patung Kristus berpakaian Jawa. Kemudian menjadi pilihan lain untuk melaksanakan misa dan ziarah. Selain di dalam gereja yang sangat kental akan budaya Jawa.

Mengelilingi gereja, Anda juga akan tersadar bahwa rancangannya juga memadukan gaya Eropa, Hindu dan juga Jawa. Gaya Eropanya dapat dilihat dari bangunan berupa salib yang bila dilihat dari udara. Sementara itu gaya Jawa ada pada atapnya yang memiliki ebntuk tajug, yang bisa digunakan sebagai atap temapt ibadah. Atap tersebut disangga oleh empat tiang kayu jati yang melambangka empat penulis Injil yakni Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Kekentalan Nuansa Jawa

Kemudian nuansa Jawanya bisa dilihat dari altar, sancristi (tempat penyimpanan peralatan misa). Doopvont yakni wadah air untuk baptis, dan juga chatevummenen yakni tempat katekis. Sebuah patung Yesus dan Bunda Maria yang tengah menggendong putranya digambar tengah memakai pakaian Jawa. Juga pada relief di setiap pemberhentian jalan salib, Yesus digambar memiliki rambut seperti seorang pendeta Hindu.

Jika Anda ingin berziarah ke lokasi ini, Anda bisa menuju ke pengambilan air suci yang berada di sebelah kiri candi kemudian duduk bersimpuh dan memanjatkan doa permohonan. Selanjutnya prosesinya diakhiri dengan masuk ke dalam candi dan memanjatkan doa di depan patung Kristus. Adapula peziarah yang datang mengambil air suci dan memasukkannya ke dalam botol lalu membawanya pulang setelah didoakan.

Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran Tugu Wisata

Instagram: @octoelf

Jika ingin mengikuti misa dalam bahasa Jawa yang mana nyanyiannya diiringi gamelan, Anda juga bisa datang ke gereja ini setiap hari kamis higga minggu pukul 5.30, malam jumat pertama, setiap malam Natal, dan setiap sabtu sore pukul 17.00.  Misa dalam bahasa Jawa tersebut digelar di pelataran candi kecuali misa harian yang diadakan di dalam gereja.

Mengenai Wilayah Ganjuran

Dari sejarah singkatnya tentang wilayah Ganjuran yakni lokasi gereja berdiri, dalam babad tanah Jawa, Ganjuran merupakan wilayah Alas Mantaok yang dinamakan Lipuro. Dahulu digunakan oleh Panembahan Senopati untuk bertapa dan direncanakan menjadi pusat kerajaan Mataram akan tetapi hal tersebut tidak terlaksana.

Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran Tugu Wisata

Instagram: @danielnw

Kemudian perubahan nama Ganjuran ada kaitannya dengan kisah Ki Ageng Mangir dan Rra Pembayun yang diasingkan oleh Mataram. Kisah cinta mereka mengilhami tembang Kala Ganjur yang berarti tali pengikat dasar manusia dalam mengarungi kehidupan bersama. Setelah dari tembang tersebut nama Lipuro berubah menjadi Ganjuran.

Banyak hal yang didapat dari berziarah ke Gereja Hati Kudus ini. Kami juga menyediakan jasa rental mobil Jogja yang bisa mengantar Anda untuk wisata ziarah atau wisata religi. Selain itu, kami juga menyediakan paket tour Jogja murah. Barangkali Anda ingin ke Jogja dan membutuhkannya kami akan senang hari mengantar Anda menuju lokasi. Ayo liburan bersama kami. 🙂

1 2 3
× 08112635846