wisata religi jogja

MASJID SULTHONI PLOSOKUNING: SATU DARI PATHOK NEGARO YOGYAKARTA

MASJID SULTHONI PLOSOKUNING: SATU DARI PATHOK NEGARO YOGYAKARTA

www.tuguwisata.com – Masjid Sulthoni Plosokuning merupakan sebuah masjid yang berada sekitar 9km ke arah utara dari Kraton Yogyakarta. Alamatnya berada di Jl. Plosokuning Raya No. 99, Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Masjid ini merupakan masjid yang berada di atas area seluas 2.500 m2. Tanah tersebut merupakan tanah kasultanan Yogyakarta.

Masjid Sulthoni Plosokuning
Instagram; @pikojogja

Luas Area

Luas bangunan masjid ini sekitar  288 m2. Masjid Pathok Nagoro ini dibangun semenjak berdirinya Masjid Agung Yogyakarta. bentuk dari masjid ini memiliki kemiripan dengan Masjid Agung. Rupanya hal ini merupakan bentuk usaha legitimasi masjid milik Kasultanan Yogyakarta. adapaun eksamaannya adalah di beberapa titik seperti mihrob, kentongan, dan juga beduk.

Masjid Sulthoni Plosokuning yang merupakan salah satu Pathok Nagaro ini mempunyai atap tajuk dan bertumpang 2. Mahkotanya mempunyai kesamaan yang sama-sama dibuat dari tanah liat serta sirap layaknya masjid Agung. Sementara itu, perbedaan yang ada di keduanya menunjuk pada sebuah arti kedudukan bahwa Masjid Pathok Negoro ini memiliki kedudukan lebih rendah daripada masjid Agung.

Karakter Masjid

Yang menjadi ciri khas masjid ini juga terletak dari adanya kolam yang mengelilingi masjid. Kolampun penuh dengan ikan serta pohon sawo kecil dan juga mimbar yang ada di dalam masjid. Bagian gerbang di pintu masuk Masjid Pathok Negoro ini memiliki undakan yang sengaja dibuat guna menunjukkan tiga elemen yakni Iman, Islam, dan Ikhsan. Selanjutnya lima undakan berikutnya merupakan rukun Islam yang ada lima sementara undakan ketiga yang berjumlah enam undakan merujuk pada rukun iman yang berjumlah enam.

Masjid Sulthoni Plosokuning
Instagram: @adgi_heroubipatmono

Sempat Tidak Terurus

Dahulu, masjid ini tidak begitu terurus namun adalah sebuah niat dari Kyai Muthohar yang akhirnya membangun kembali masjid pathok negoro ini. hasilnya pada tahun 1960 masjid ini kembali direnovasi. Masjid yang merupakan peninggalan dari Sultan Hamengkubuwono I berhasil dibangun kembali oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Namun sebelum dilakukan adanya renovasi, Kyai Muthohar meminta izin terlebih dahulu untuk merenovasi Masjid Sulthoni Plosokuning kepada Sultan Hemengkubuwono IX.

Wisata religi ke pathok negoro yang berada di tengah wilayah bisa menjadi suatu wisata yang menarik bagi pengunjung khususnya umat muslim. Selain masjid ini, masjid Jami Mlangi juga menjadi masjid pathok negoro berikutnya yang bisa Anda kunjungi.

Kami juga menyediakan pilihan paket wisata Jogja murah. Jika ingin rental mobil, kami juga menyediakan jasa sewa mobil di Jogja mulai dari sewa mobil Avanza hingga sewa mobil Alphard. Yuk liburan bersama kami 🙂

MASJID SULTHONI PLOSOKUNING: SATU DARI PATHOK NEGARO YOGYAKARTA Read More »

MASJID JAMI MLANGI: PATHOK NAGORO DARI KISAH KYAI NUR IMAN

MASJID JAMI MLANGI: PATHOK NAGORO DARI KISAH KYAI NUR IMAN

www.tuguwisata.com – Adalah sebuah masjid yang berada di dusun Mlangi bernama Masjid Jami Mlangi masjid yang menjadi salah satu dari lima pathok negoro ini merupakan sebuah masjid yang tidak lepas dari seornag tokoh bernama Kyai Nur Iman.

Kyai Nur Iman merupakan kerabat dari Sultan Hamengku Buwono I yang memiliki nama asli Pangeran Hangabehi Sandiyo. Makam beliau memang berada di kompleks pemakaman dekat masjid tersebut. Kyai Nur Iman merupakan sosok yang telah lama membina pesantren di Jawa Timur yang kemudian diberi nama “Mlangi” yang mana berasal dari bahasa Jawa yang berarti ‘mulangi’ alias mengajar. Hal tersebut dikarenakan daerah tersebut selanjutnya digunakan untuk mengajar agama Islam.

Masjid Jami Plosokuning
Instagram: @abcdezebra

Arsitektur Masjid Jami Mlangi

Masjid Jami’ Mlangi merupakan bangunan legendaris yang berada di dusun Mlangi ini. Dibangun pada tahun 1760 kemudian mengalami renovasi. Meskipun direnovasi arsitektur asli dari masjid ini masih dapat dinikmati seperti gapura masjid, dinding sekitar masjid, yang kemudian di desain sebagaimana bangunan daerah Kraton. Di dalam masjid tersebut adalah ‘Masjid Gedhe’ yang juga tersimpan imbar berwarna putih yang kemudian digunakan oleh Kyai Nur Iman untuk mengajar agama Islam.

Makamnya dapat dijangkau dengan melewati jalan di selatan masjid atau melompati sebuah kolam kecil yang ada di dekat tempat wudhu. Makam tersebut berada layaknya rumah yang dikellingi cunkgup berbahan dasar kayu.

Instagram: @retnoyunitawati

Ada Banyak Pesantren

Di dusun Mlangi sendiri sekiranya tidak asing jika Anda menemui sekitar 10 pesantren yang berada tidak jauh dari masjid seperti pesantren As-Slafiyah, Al-Huda, dan Al-Falakiyah. Pesantren As-Slaafiyah merupakan pesantren paling tua yang dibangun sejak 5 Juli 1921 oleh K.H Masduki.

Pada mulanya bukanlah pesantren namun hanya komunitas belajar agama yang berada di mushola kecil. Kemudian dari komunitas tersebut berkembanglah menjadi sebuah pesantren karena peminatnya cukup banyak. Meskipun demikian bangunannya tidak begitu besar dan pesantrennya mempunyai sekitar 300 santri yang mana menggunakan metode belajar yang tidak kalah bedanya dengan sekolah umum.

Keakraban penduduknya dengan Islam bukanlah menjadi sesuatu yang dibuat-buat. Adapun buktinya bisa dilihat dari cara berpakaian penduduk. di dusun Mlangi, para lelaki biasnaya menggunakan sarung, baju muslim, serta peci meski tidak pergi ke masjid. Selain itu hampir seluruh warga perempuan di dusun ini memakai hijab di dalam maupun di luar ruangan.

Pengalaman ajaran Islam seolah menjadi sebuah prioritas untuk warga Mlagi. Konon, warganya rela menjual harta benda untuk bisa naik haji. Meskipun begitu banyak warga yang memiliki kesibukan dalam mendalami masalah agama Islam. Tidak juga berarti mereka tidak maju dalam urusan dunia. Di dusun Mlangi, sduah lama dikenal menjadi salah satu penghasil tekstil yang produknya telah menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Usaha Tenun dan Batik oleh Masyarakat

Tahun 1920, usaha tenun dan batik cetak mulai ramai di dusun ini hingga tahun 1965. Usaha tersebut kemudian pudar sejak batik sablon menguasai pasar dan harga kain bahan batiknya naik. Alhasil hanya tinggal beberapa pengusaha batik. Diantaranya Batik Sultan Agung yang sudah mulai redup di akhir tahun 1980an. Saat ini usahanya yang sedang berkembang adalah celana batik, peci, jilbab, net bulu tangkis, dan juga papan karambol.

Di setiap Ramadhan, dusun ini ramai dengan ibadah ritual yang diajalankan warganya. Mulai dari tadarus, pengajian anak, dan kegiatan lainnya. Banyak juga warga dari luar dusun Mlangi ini yang datang untuk wisata religi seperti melakukan pesantren kilat.

Anda tertarik berkunjung ke dusun Islami ini? Yuk berkunjung bersama kami. Kami menyediakan paket tour Jogja murah yang bisa Anda manfaatkan untuk mengunjungi berbagai tempat wisata termasuk wisata sejarah ini. Kami juga menyediakan jasa rental mobil murah barangkali Anda membutuhkannya untuk berkeliling kota Jogja. 🙂 Ayo kapan ke Jogja?

MASJID JAMI MLANGI: PATHOK NAGORO DARI KISAH KYAI NUR IMAN Read More »

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× 08112635846